Open Jam 08.00 s/d 16.00. Sabtu - Minggu Libur
0857-7368-6069
0857-7368-6069
0857-7368-6069
DB60D4EC
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Cara Menghadapi Suami Egois dan Keras Kepala

Ditulis Oleh Wish Dr Boyke produk wish produk asli dan resmi dr boyke dian nugraha

Menikah merupakan suatu proses menyatukan hati serta kehidupan keseharian dari dua manusia laki-laki dan perempuan. Berniat untuk mengarungi biduk rumah tangga berdua merupakan suatu proses untuk bersiap menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya.

Suatu keharmonisan rumah tangga tidak akan terjadi tanpa adanya usaha yang dilakukan. Watak individualis yang ada saat belum menikah biasanya tetap terbawa ke jenjang pernikahan. Lantas, bagaimana menghadapi suami egois agar tidak menjadikan seorang istri durhaka?

Dalam Islam, pernikahan merupakan suatu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Ar Rum ayat 21 yang artinya:

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itubenar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.

Dalam surat ini dijelaskan bahwa adanya pernikahan adalah untuk menenteramkan satu sama lain, saling mengasihi dan saling menyayang serta sebagai lahan untuk senantiasa bersyukur atas apa yang Allah gariskan.

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash berkata: “Rasulullah SAW pernah melarang Utsman Bin Madh’un membujang dan kalau sekiranya Rasulullah mengijinkannya tentu kami akan mengkebiri”. HR Ahamd, Bukhari dan Muslim.

Berdasarkan hadist ini jelas mengartikan bahwa Rasulullah sangat menganjurkan untuk menikah. Bagi siapa saja yang sudah dirasa mampu untuk menikah maka sangat dianjurkan untuk melakukannya karena dengan pernikahan dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan sebagai mana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat yang lain.

Dari Ibnu Mas’ud ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kamu telah mampu untuk menikah, maka nikahlah karena sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu baginya menjadi pengekang syahwat”.

Dari riwayat tersebut dapat diketahui bahwa pernikahan dapat menjadi tameng syahwat manusia.

Pernikahan memang dapat dijadikan sebagai ladang beribadah bagi pasangan suami isteri. Pernikahan juga dapat menjadikan penyempurna separuh agama bagi yang melakukannya. Namun bagaimana jika seorang suami yang seharusnya disegani memiliki watak egois? Bagaimana menghadapinya agar rumah tangga tidak berujung pada perceraian tetapi juga tidak mengakibatkan isteri menjadi durhaka?

Cara Menghadapi Suami Egois Untuk Isteri Solehah

Cara Menghadapi Suami Egois Untuk Isteri Solehah

Sebelum membahas tentang tips untuk menghadapi sifat egois seorang suami, alangkah lebih baiknya untuk mengetahui kewajiban dari seorang isteri terhadap suaminya. Pada hakikatnya kewajiban seorang isteri kepada suami hanya tiga.

  • Kewajiban pertama bagi isteri terhadap suaminya adalah taat dan patuh kepada suami. Dalam berbagai riwayat dikemukakan bahwasanya apabila diperkenankan manusia bersujud kepada manusia lain maka Rasul akan memerintahkan untuk isteri bersujud kepada suaminya. Sedemikian harusnya isteri taat kepada suaminya sampai Rasul bersabda demikian.
  • Kedua siap melayani kemauan biologis suami sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah, apabila suami meminta untuk ditemani di ranjang kemudian sang isteri menolak tanpa alasan yang dibenarkan agama dan mengakibatkan suami murka maka isteri tersebut mendapat murka dari Allah hingga waktu subuh.
  • Kewajban ketiga seorang isteri adalah menjaga kehormatan serta harta benda sang suami ketika suami sedang tidak di rumah. Tidak diperkenankan isteri menyalahgunakan harta suami dan tidak diperbolehkan juga menghianati suami seperti menemui laki-laki lain apalagi berselingkuh.

Berdasarkan penjabaran mengenai kewajiban seorang isteri terhadap suami tersebut, isteri harus mampu memilih sikap yang tepat dalam menghadapi suami egois. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh isteri adalah sebagai berikut:

  • Sabar Dan Ikhlas

Kunci pertama dan utama dalam menghadapi keegoisan seorang suami adalah sabar dan ikhlas. Setelah terjadinya ikatan pernikahan, isteri jelas berada di bawah kepemimpinan suami, tidak bisa isteri membantah apa kata suami. Saat berkata tidak maka isteri tidak boleh membantahnya, saat suami meminta untuk melakukan maka isteri tidak boleh menolak untuk tidak melakukan.

Bahkan dalam hadist banyak diriwayatkan apabila diperbolehkan untuk bersujud kepada makhluk lain maka seorang isteri akan diperintahkan untuk sujud terhadap suaminya. Begitulah peraturan antara isteri dan suami dalam Islam.

Dengan demikian, ketika seorang suami memiliki sifat yang egois, isteri hendaknya banyak bersabar dan ikhlas agar tidak menjadi isteri yang durhaka. Keegoisan suami harus diterima oleh isteri selama itu masih dalam batas kebaikan. Menerima dengan ikhlas keegoisan suami akan menjaga kerukunan berumah tangga dan menjadi amal baik sang istri.

  • Jangan Ikut Hanyut Menjadi Seorang Yang Egois, Berusaha Ngalah

Ketika salah satu menjadi batu jangan sampai yang lainnya ikut menjadi batu karena jika batu bertemu dengan batu yang ada akan terjadi percikan api yang memanas ataupun keduanya menjadi hancur. Perumpamaan batu yang terkena percikan air walaupun air tidak mengalir dengan deras lama kelamaan akan ada lubangnya juga.

Demikian dengan suami yang egois, jika isteri menghadapinya dengan keras kepala juga maka hanya menimbulkan perdebatan yang tak kunjung selesai, alangkah baiknya dalam mensikapi suami yang egois adalah berusaha untuk mengalah sehingga kelak keegoisan suami akan luntur.

  • Bisa Melihat Timing Yang Tepat Untuk Mengeluarkan Pendapat

Tidak setiap saat keegoisan itu muncul. Pilah dan pilih kapan waktu yang tepat untuk mengemukakan pendapat di depan suami. Pemberian pendapat tentunya harus disampaikan dengan cara yang baik. Jangan sampai terkesan menggurui karena kehormatan suami terletak pada kewibawaannya sebagai pemimpin. Ungkapkan dengan kata-kata yang baik dan dengan nada lemah lembut.

  • Memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Suami

Meskipun suami egois, isteri tidak boleh melupakan kewajibannya terhadap suami. Justru jika suami egois perlu dihadapi dengan pemberian pelayanan terbaik. Lama-kelamaan suami akan berfikir tentang loyaitas ang isteri terhadap dirinya sehingga memungkinkan untuk bisa merubah sikapnya. Jika suami egois kemudian isteri tidak menjalankan kewajibannya maka isteri tetap berdosa. Tidak boleh menjadikan keegoisan suami sebagai alasan tidak menjalankan kewajiban.

  • Menghadirkan Pihak Ketiga Saat Berdiskusi

Jika memang pendapat yang dikemukakan oleh isteri berkaitan dengan sesuatu yang penting, perlu kiranya menghadirkan pihak ketiga sebagai penambah pertimbangan dan melakukan negosiasi dengan suami. Namun jika yang dibicarakan hanya hal-hal biasa maka pihak ketiga tidak perlu dihadirkan.

  • Selalu Berdoa Dan Meminta Petunjuk Allah

Menjadi isteri dari suami merupakan suatu takdir yang telah Allah gariskan. Dia yang menciptakan keduanya. Sebaik-baik penjagaan terletak pada Allah semata. Selalu melibatkan Allah dalam menghadapi suami yang keras kepala merupakan hal yang mesti dilakukan oleh seorang isteri.

Hanya Allah juga yang berkuasa untuk membolak balikkan hati dan sikap manusia. Sebagai isteri solehah sudah menjadi keharusan untuk selalu memohon agar selalu diberikan kekuatan dalam menghadapi suami egois serta mendoakan agar suami diberikan kelembutan hati dan pikiran oleh Allah SWT.

Baca Juga:

pelanggan testimoni produkwish dr boyke

Langganan Artikel Via Email Tips Dr Boyke

Daftarkan Email Anda Untuk Mendapatkan Tips Kesehatan Terbaru dan Terupdate Secara Gratis Dari Wish Dr Boyke

  • Haid terlalu cepat bisa terjadi kapan saja, meskipun haid sebelumnya lancar, namun dikarenakan suatu hal bisa memicu juga timbulnya haid datang lebih cepat. Masalah saat haid tentu dialami oleh sebagian wanita meski ada juga... more
  • Saat awal kehamilan atau saat hamil muda, banyak para wanita atau calon ibu akan melakukan perawatan atau cek kesehatan dan dalam fase ini pertumbuhan bentuk badan si buah hati mulai terlihat. Perawatan kehamilan memang... more
  • Kecantikan alami bukan sesuatu yang anda dapatkan sejak anda lahir. Kecantikan alami juga harus ditunjukkan dengan menggaris bawahi kelebihan yang anda miliki dan menutupi kekurangan yang anda miliki, memiliki kecantikan... more
  • Kista coklat adalah penyakit kista endometriosis salah satu penyakit organ reproduksi yang sering menimpa perempuan, khususnya mereka yang sudah menikah. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan juga bahwa penyakit ini... more
  • Mioma uteri atau yang disebut dengan istilah fibroid atau leiomioma uteri merupakan sebuah gangguan pada organ reproduksi yang paling sering dialami oleh para wanita. Sedangkan untuk gejala mioma uteri sendiri sampai saat... more
Best Seller
Rp 200.000
Best Seller
Rp 230.000
Best Seller
Rp 200.000
Limited
Rp 320.000
Best Seller
Rp 160.000
Limited
Rp 170.000

Hubungi Kami

0857-7368-6069
0857-7368-6069
DB60D4EC
0857-7368-6069

Rekening Bank

2450620672 a/n Novi Tuimtihanah
1630001826174 a/n Novi Tuimtihanah
385401012177536 a/n Novi Tuimtihanah

Cara Pemesanan

Cara Pemesanan Produk Wish dr Boyke & Co

Temukan Kami di

Cara Order Produk Wish Dr Boyke & Co